Melatih Anak Menggosok Gigi Sejak Usia 1 Tahun

Bulan Agustus 2018 kemarin, Gibran memasuki usia 1 tahun. Gibran sudah diperbolehkan oleh dokter anaknya untuk makan makanan keluarga atau menu sehari-hari yang keluarga makan. Bukan hanya Gibran yang senang, karena ia menjelang 1 tahun sudah ingin mencoba banyak rasa dan ikut ingin makan makanan keluarga, tetapi juga Mamanya. Saya jadi tidak perlu repot lagi setiap harinya untuk masak menu khusus Gibran. Tapi, saya selalu memastikan bahwa makanan yang dimakan Gibran tetap mengandung gizi dan nutrisi yang baik, tanpa MSG atau penyedap rasa buatan lainnya jadi saya lebih memilih penyedap rasa alami, seperti langsung dari rebusan daging ayam kampung bila ingin masak dengan menggunakan rasa kaldu ayam, begitu juga dengan daging sapi dan tanpa pewarna atau pengawet. Sejak dulu pada menu keluarga saya sudah dibiasakan dengan menu seperti itu, jadi saya tidka merasa kerepotan untuk memberi makan Gibran sama dengan menu keluarga saya. 

Salah satu Dokter Spesialis Anak di RS Sentra Medika Cibinong yang menangani Gibran menjelaskan bahwa selain Gibran sudah diperbolehkan makan makanan keluarga, es krim, biskuit dewasa dan lain-lain,  Gibran juga sudah harus mulai dilatih untuk rajin menggosok gigi. "Awalnya pasti berat, Ibu harus "berantem" dulu dengan anak. Pelan-pelan tapi rutin. Anak akan terbiasa dan sadar kalau ada rutinitas menggosok gigi saat mandi. Memang harus "berantem" dulu dengan anak, tapi akhirnya nanti gigi anak akan sehat" begitulah yang dijelaskan oleh dokter. 

Keesokan harinya saya mulai membeli sikat gigi anak dan pasta gigi anak. Sikat gigi saya menggunakan merek MAM dan pasta gigi saya menggunakan Pepsodent. 

Mengapa MAM? Karena multifungsi, tidak hanya bisa untuk menggosok gigi tapi juga bisa untuk membersihkan lidah anak, jadi di pangkal lainnya ada bulatan yang bergerigi guna membersihkan lidah. Untuk pasta gigi, saya lebih memilihi yang ada rasa agar anak suka pada kesan pertama merasakan pasta giginya untuk mencegah minim trauma pada menggosok gigi. 

Benar yang dikatakan oleh dokter, perjalanan tidak mulus di awal, saya "berantem" dulu dengan anak karena anak masih merasa asing. Dari Agustus sampai September, saya tidak biasakan setiap hari karena saya pun jadi malas untuk "berantem" dengan Gibran dan saya tidak memaksa anak dulu. Mulai dari situ saya coba pelan-pelan setiap hari 1 kali, anak mulai mengenal dan sedikit terbiasa. Lanjut saya coba 2 kali sehari tapi tidak setiap hari, kemudian saya tingkatkan lagi menjadi 2 kali sehari setiap hari dan anak mulai terbiasa bahkan dia yang meminta dan alhamdulillah Gibran senang setiap menggosok gigi. 

Tips dari saya, selain kesabaran dan ketekunan, ciptakanlah suasana mandi dan menggosok gigi yang menyenangkan. Selain itu, dibantu dengan kondisi kamar mandi yang menyenangkan juga, sikat gigi dan pasta gigi yang menarik dan memiliki berbagai rasa. Jangan dipaksakan bila anak sedang tidak mau menggosok gigi untuk mencegah anak minim trauma. 




Love,


Fitri "Mama Gibran"

Author

Fitri Nur Ardiantika Fitri Nur Ardiantika karena menjadi seorang Ibu harus meredam ego, emosi dan nafsu sendiri untuk kualitas hidup terbaik sang anak.

3 comments

  1. semangat buat berkarya membangun generasi buah hati yang berguna, semangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, semoga bermanfaat ilmu dan pengalaman yang saya sharing

      Delete
  2. Dulu aku ngajarin anak sikat gigi dari dia punya gigi pertama kali, sekitar umur 5 bulan, pakai sikat gigi jari itu loh, lama2 meningkat pake sikat gigi biasa sampai dia terbiasa

    ReplyDelete

Post a Comment