Gejala dan Dampak dari Penggunaan Gadget Pada Anak serta Terapi Kecanduan Gadget

Empat hari sebelum melahirkan Gibran, saya sempat mengikuti parenting class yang diadakan oleh dr.Tiwi, SpA, MARS di Casa Grande Residence, Kasablanka. Jakarta Selatan. Jadi parenting class ini di tahun 2017 (basi banget ya baru saya ditulis sekarang) tapi ilmunya tidak basi maka dari saya ingin sedikit berbagi melalui tulisan. 

Pada modul yang diberikan dijelaskan beberapa gejala kecanduan gadget. Mama bisa mencoba perhatikan beberapa gejalanya dan ceklist apakah ada yang dialami oleh anak? Semoga tidak banyak ya, mungkin lebih baik tidak ada sama sekali. 

GEJALA KECANDUAN GADGET 
  • Pikiran berulang untuk memakai gadget
  • Sulit membentuk relasi
  • Sulit mencari teman di dunia nyata
  • Lebih nyaman dengan dunia maya
  • Menghindar dari lingkungan sosial
  • Rasa tidak nyaman jika tidak menggunakan gadget
  • Depresi
  • Cemas
  • Merasa sendiri
  • Kesepian
  • Berdampak buruk pada prestasi sekolah 

(Semua gambar dari www.unsplash.com)
Dari gejala yang disebutkan di atas, ternyata menghasilkan dampak yang saya sampai berpikir "sebegitunya ya dampaknya". Dampaknya sampai terkena otak yaitu otak bagian depan dan sistem limbik otak. 
  • Otak bagian depan memiliki fungsi eksekusi seperti perencanaan, penentuan prioritas, organisasi dan pengontrolan terhadap rangsangan
  • Sistem limbik otak yang berperan terhadap empati dan emosi terhadap sesama.
Karena otak juga terserang maka menimbulkan masalah baru yaitu masalah sosial dan perilaku anak. 
  • Tingkat agresivitas anak menjadi tinggi dan cenderung berperilaku musuhan dengan sesama
  • Berperilaku suka menentang
  • Emosi atau marah yang tidak terkendalikan
  • Masalah hubungan interpersonal di dunia nyata
  • Berkurangnya kemampuan bersosialisasi
  • Sulit memusatkan perhatian, mudah cemas dan khawatir.
Jika ada Mama yang anaknya sudah mengalami dampak dari kecanduan bermain gadget, Mama dapat melakukan terapi di rumah, seperti :
  • Membangun hubungan dalam kehidupan nyata dengan teman-teman sebayanya
  • Memberikan kegiatan nyata dan bermanfaat untuk mengisi waktu luang
(Semua gambar dari www.unsplash.com)
Selain terapi bermain, pola asuh yang diberikan oleh orang tua juga sangat membantu dalam mengatasi dampak dari kecanduan bermain gadget , ajak suami atau anggota keluarga lainnya untuk dapat : 
  • Membangun komunikasi dan ikatan emosional yang baik di keluarga
  • Menanamkan nilai-nilai moral dan karakter dalam menggunakan teknologi informasi atau gadget
  • Menerapkan pola asuh demokratis pada anak : mau membuka diri dan berdiskusi dengan anak
(Semua gambar dari www.unsplash.com)
Jika terapi dan pola asuh yang di atas sudah diterapkan, ternyata ada terapi yang dapat ditangani oleh psikiatri (saya juga baru 'ngeh'). Di modul yang diberikan dalam parenting class ini disebutkan klinik terapinya. Terapi Ketergantungan Internet di Poliklinik Adiksi Departemen Psikiatri RSCM (RSUP Nasional Dr.Cipto Mangunkusumo) lantai 4, tertulis di modul, jadwal prakteknya dari hari Senin sampai Jumat, pukul 08.00 - 15.00.



Mama, ada cerita  dan ilmu tentang ini? share ilmu yuk Mam!








Love,

Fitri "Mama Gibran"

Author

Fitri Nur Ardiantika Fitri Nur Ardiantika karena menjadi seorang Ibu harus meredam ego, emosi dan nafsu sendiri untuk kualitas hidup terbaik sang anak.

Post a Comment