Orang Tua Juga Perlu Dilatih untuk Screen Time!

Selama ini saya banyak membaca bagaimana cara melatih anak agar tidak kecanduan gawai (gadget) atau bagaimana mengatur dan menerapkan screen time pada anak. Sebenarnya saya dan suami juga bukan orang tua yang melarang keras anaknya untuk tidak menonton televisi atau memainkan handphone, Gibran, kami kasih waktu untuk menonton program anak di televisi saat siang dan menjelang maghrib. Sisa waktunya Gibran kemana? tidur siang, bermain di halaman rumah atau di dalam rumah, membaca buku dan coret-coret atau sekedar bercanda bersama kami.

Memang dari semenjak Gibran masih bayi, Youtube, permainan di gawai atau program lainnya tidak pernah kami kenalkan (hmmm lebih tepatnya, tidak pernah kami biasakan) kepada Gibran, terutama menjadikan perangkat-pernagkat itu senjata pamungkas untuk menenangkan Gibran.

"Terus gimana cara nenangin Gibran?"
Ajak dia bermain, bercanda, ngobrol...mislanya, main bola kesukaan dia, baca buku kesukaan dia atau kalau itu juga tidak mempan ya ajak main di halaman rumah. Jadi kotor sudah pasti, tapi saya lebih memilih ia mengenal alam dengan caranya daripada otaknya tidak berkembang maksimal. Bahkan, dia pernah dua kali mainin kotoran ayam, pernah juga dia mainin luwing atau ulat kaki seribu, semut, anak ayam sampai mengejar kupu-kupu. Orang tuanya lelah itu pasti tapi mau engga mau harus mau!

Jadi, kalau sekarang kami lihat ketika Gibran melihat anak seusianya menonton video di gawai atau bermain permainan di gawai seakan-akan ia adalah anak dari pelosok daerah terdalam yang belum pernah melihat itu sebelumnya ahahaha, ya dia sampai bengong, kagum dan tidak berkedip!

Lalu, terbentuk sudahlah kebiasaan Gibran yang lebih suka bermain bebas daripada duduk manis, terdiam dan seru sendiri dengan gawainya. Tapi, orang tuanya lah yang masih asik sendiri dengan gawainya, kemana-mana selalu membawa gawai.

Suatu tamparan kecil untuk saya dari Gibran saat ia melempar handphone saya, mejauhkan handphone saya bahkan sampai wajah saya dipaksa untuk melihat dia supaya tidak fokus pada handphone. Yap sebegitunya Gibran, dia beneran kesal!Dia sudah bisa protes.

(Baca juga : Gibran Bukan Anak Gadget)

Jadikan keluarga seperti sekolah, saling belajar dan mengajar. Tidak selalu orang tua yang menjadi guru, tidak selalu orang tua merasa benar, anak pun dapat mengungkapkan pendapatnya yang ia rasa benar atau salah dan anak pun dapat menjadi guru. Stop gengsi dan stop egois!

Orang Tua Juga Perlu Dilatih untuk Screen Time!
(sumber : unsplash)

Sudah banyak kasus juga yang mana anak celaka bahkan hingga merenggut nyawa anak saat orang tua fokus pada gawainya dibandingkan bermain, mengawasi dan fokus pada anaknya.

Saya sebagai seorang ibu pun perlu dilatih untuk melepaskan kebiasaan selalu memegang dan memainkan HP dimanapun dan apapun kegiatan saya. Saya akui memang agak sulit apalagi di era teknologi serba canggih seperti sekarang ini. Tapi, begitu lihat anak tidur nyenyak, saya menyesal kenapa saya tidak menghabiskan banyak waktu dengannya lagi. Toh, bermain gawai bisa dilakukan saat ia tidur.

Bagi orang tua yang bekerja, mungkin sudah puas saat di kantor bermain dan gawainya, begitu sampai rumah dan bersama anak, luangkanlah waktu dan tubuhmu untuk bermain bersama mereka. Untuk ibu rumah tangga, sudah jelas saat anak tidurlah Ibu baru bisa memainkan gawianya hingga menulis blog hihihi.

Saya masih perlu manajemen screen time untuk orang tua!




Love,


Fitri "Mama Gibran"


Author

Fitri Nur Ardiantika Fitri Nur Ardiantika karena menjadi seorang Ibu harus meredam ego, emosi dan nafsu sendiri untuk kualitas hidup terbaik sang anak.

Post a Comment