Tips Memilih Rumah Sakit atau Klinik Untuk Persalinan

Satu minggu telah berlalu di tahun 2019 ini.
Kali ini saya mau berbagi ilmu dan pengalaman saya tentang bagaimana memilih Rumah Sakit atau Klinik Bersalin untuk melahirkan sang buah hati.
Tips Memilih Rumah Sakit atau Klinik Untuk Persalinan
(sumber : unsplash)
Memilih Rumah Sakit atau Klinik Bersalin harus masuk dalam daftar penting persiapan melahirkan dan harus didiskusikan bersama suami. Sedikit cerita, dari awal kehamilan saya kontrol kandungan di RSIA Hermina Jatinegara, Jakarta Timur dengan dr. Sitti Fausihar, SPOG. Tahun 2015-2016, kakak saya juga berkonsultasi dan melahirkan dengan ditangani beliau, maka dari itu saya tidak banyak pertimbangan lagi untuk harus kemana begitu hasil testpack saya mengeluarkan dua garis merah. Saya sangat senang dan puas ditangani beliau, dokter spesialis kandungan yang ramah, tegas, gaul, tidak bertele-tele, menyenangkan dan santai ditambah sangat detail dan informatif. Detail sekali menurut saya, salah satu contohnya seluruh jari tangan dan kaki anak saya saat di USG sampai dihitung olehnya, lebar lingkar kepala, perkembangan otak, jantung, hingga berat badan saya dan anak saya. Beliau adalah dokter yang sangat tegas dalam mengatur pola makan pasiennya dan ini berguna sekali untuk saya.

(Baca juga : Makan Makanan Sehat Membawa Beragam Kebaikan Untuk Ibu Hamil dan Sang Janin)

Dengan berat hati, saat usia kandungan saya memasuki usia 7 bulan saya harus pindah Rumah Sakit dan dokter spesialis kandungan karena saya harus pindah rumah ke Bogor. Sebelum pindah, saya melakukan survey beberapa Rumah Sakit dan Dokter Spesialis Kandungan di Bogor melalui daring dan menelpon langsung ke rumah sakitnya. Pada akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke RS Sentra Medika Cibinong dengan dr. Johanes Taolin,SPOG. Saya memilih RS Sentra Medika Cibinong karena sesuai dengan kondisi saya. Untuk dokter spesialis kandungan, berdasarkan informasi yang saya peroleh bahwa beliau merupakan salah satu dokter terbaik di Bogor dan hasilnya? memang benar! Beliau adalah dokter yang siap untuk datang ke Rumah Sakit dikala libur, dokter yang informatif dan edukatif. Saya menjadi tahu bagaimana janin bisa buang air kecil di dalam kandungan, kapan paru-paru janin mulai berkembang dan pada lilitan ke berapakah janin harus dikeluarkan dengan cara c-section atau caesar, hidung, mulut, mata, alat kelamin bayi hingga volume air ketuban pada kantung ketuban pun diperiksa oleh beliau. ya sedetail itu!

Sekilas cerita tentang dokter sepsialis kandungan yang menangani saya.

Berikut tips memilih Rumah Sakit atau Klinik Bersalin untuk melahirkan : 

1. Anggaran
Diskusikan terlebih dahulu bersama suami, berapa banyak anggaran yang Mama dan suami miliki. Apakah sesuai dengan biaya persalinan di Rumah Sakit atau Klinik Bersalin. Saran saya, dalam mempersiapkan biaya persalinan lebih baik tidak terlalu "ngepas" karena dapat dialokasikan untuk dana darurat.
Anggaran biaya
(sumber : unsplash)
2. Jarak
Jarak dari rumah ke Rumah Sakit jangan disepelekan, terutama bagi yang tinggal di kota besar. Mencegah kemacetan dan hal yang tidak bisa diduga lainnya, lebih baik pilih Rumah Sakit atau Klinik Bersalin yang cukup terjangkau dari rumah. Kalau bisa, kita juga harus tahu jalur alternatif lainnya menuju rumah sakit. 
Jarak rumah sakit
(sumber : unsplash)
3. Fasilitas
Alangkah baiknya sedia payung sebelum hujan. Rencana manusia sering sekali melesat, (nauzubillaminzalik) jika terjadi sesuatu hal buruk pada ibu dan anak saat melahirkan dan fasilitas rumah sakit atau klinik bersalin tidak lengkap maka ini akan membuang waktu, tenaga dan materi. Minimal Rumah Sakit menyediakan fasilitias ruang bersalin, ruang rawat inap, ruang bayi, ruang NICU/PICU , ICU, Laboratorium dan Ambulans. Nilai tambah lagi jika rumah sakit juga menyediakan program senam hamil, mendukung program IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dan Ibu dan Bayi dapat tidur dalam satu kamar/room in (jika keduanya tidak ada kondisi yang dikhawatirkan).
Fasilitas
(sumber : unsplash)
4. Dokter atau Tenaga Kesehatan seperti Bidan
Ini adalah hal terpenting. Bagaimana tidak? selama 9 bulan mengandung mereka-lah yang memberikan informasi dan edukasi pada setiap ibu hamil mengenai kondisi sang ibu dan anak. Dokter spesialis kandungan atau bidan yang teliti, detail, informatif, edukatif, komunikatif, ramah, tidak komersil dan mementingkan keselamatan dan kesehatan pasiennya serta sigap! Maksudnya sigap disini adalah dokter atau bidan siap datang ke rumah sakit atau klinik jika pasiennya akan melahirkan di hari libur atau tengah malam. Bicarakan juga dengan tenaga kesehatan, apakah saat hari perkiraan lahir dokter atau bidan ada jadwal rapat atau hal penting lainnya yang mengharuskan mereka cuti? jika iya, mintalah informasi siapakah dokter atau bidan yang akan menggantikan mereka lalu cari tahu mengenai dokter penggantinya.
Doketer
(sumber : unsplash)




Mungkin Mama punya pengalaman tersendiri dalam memilih dokter kandungan atau bidan dan rumah sakit atau klinik bersalin? share yuk cerita kalian di kolom komentar.






Love,

Fitri "Mama Gibran"


Author

Fitri Nur Ardiantika Fitri Nur Ardiantika karena menjadi seorang Ibu harus meredam ego, emosi dan nafsu sendiri untuk kualitas hidup terbaik sang anak.

Post a Comment